Berita Terbaru
Universitas Siliwangi Gelar Simulasi AL Program Doktor Pendidikan Menjelang Asesmen 9–10 Oktober 2026
S
05 October 2026
•
4 Menit Baca
Tasikmalaya, 5 Oktober 2026 — Universitas Siliwangi terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola program studi melalui Simulasi Asesmen Lapangan (AL) Program Studi S3 Doktor Pendidikan pada Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi asesmen lapangan yang dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Oktober 2026.
Simulasi menjadi momentum strategis bagi Program Studi S3 Doktor Pendidikan untuk melakukan evaluasi akhir terhadap berbagai komponen yang akan menjadi perhatian dalam proses akreditasi. Selain memastikan kelengkapan dokumen, kegiatan juga diarahkan untuk melihat kesesuaian antara data, dokumen, implementasi akademik, tata kelola, serta capaian program studi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Siliwangi, Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd., M.Kes., Direktur Pascasarjana Universitas Siliwangi, Dr. Jajang Badruzaman, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Yusup Supriyono, M.Pd., Wakil Direktur II Bidang Keuangan dan Umum Dr. Iman Hilman, M.Pd., serta para dosen Program Studi S3 Doktor Pendidikan.
Turut hadir Kepala Pusat Akreditasi Nasional dan Internasional, Zulphi Miftahudin, M.Pd., dan Kepala Pusat Pembelajaran, Dr. Lilis, yang memberikan penguatan terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan kesiapan akreditasi dan penyelenggaraan pembelajaran.
Dalam simulasi tersebut, berbagai komponen ditinjau dan didiskusikan bersama, mulai dari tata kelola dan manajemen program studi, sumber daya manusia, kurikulum dan pembelajaran, mahasiswa dan lulusan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga luaran dan capaian tridarma perguruan tinggi. Konsistensi data dan bukti pendukung juga menjadi bagian penting yang diperiksa untuk memastikan kesiapan program studi.
Kepala LPMPP Universitas Siliwangi, Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd., M.Kes., menyampaikan bahwa simulasi merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan program studi secara menyeluruh.
“Simulasi ini menjadi momentum penting untuk melihat kesiapan program studi secara komprehensif. Kita tidak hanya memastikan kelengkapan dokumen, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses akademik dan tata kelola benar-benar berjalan dan memiliki bukti yang kuat. Budaya mutu harus menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan sehari-hari, bukan hanya ketika menghadapi akreditasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana Universitas Siliwangi, Dr. Jajang Badruzaman, menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur Pascasarjana dalam mempersiapkan Program Studi S3 Doktor Pendidikan menghadapi proses akreditasi.
“Kegiatan simulasi ini menjadi bagian penting dari upaya kita untuk memastikan bahwa Program Studi S3 Doktor Pendidikan memiliki kesiapan yang optimal. Yang kita persiapkan bukan hanya dokumen, tetapi juga substansi akademik, tata kelola, sumber daya manusia, serta capaian tridarma perguruan tinggi. Sinergi antara pimpinan, program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan unit pendukung menjadi kunci keberhasilan,” tutur Dr. Jajang.
Ia menambahkan bahwa proses akreditasi harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan pengembangan program studi secara berkelanjutan. Menurutnya, Program Studi S3 Doktor Pendidikan memiliki posisi strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas akademik dan profesional untuk berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia.
“Kami berharap proses ini tidak berhenti pada pencapaian hasil akreditasi, tetapi menjadi awal untuk terus meningkatkan kualitas Program Studi S3 Doktor Pendidikan. Pascasarjana UNSIL harus mampu menghadirkan pendidikan doktor yang unggul, relevan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta penyelesaian berbagai persoalan pendidikan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Pusat Akreditasi Nasional dan Internasional, Zulphi Miftahudin, M.Pd. Menurutnya, simulasi menjadi ruang penting untuk mengidentifikasi kekuatan sekaligus menemukan aspek yang masih perlu disempurnakan.
“Simulasi ini penting untuk memastikan kesiapan program studi secara komprehensif. Kita tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi juga melihat konsistensi antara data, dokumen, implementasi, dan capaian program studi. Hasil simulasi ini menjadi bahan penting untuk melakukan penyempurnaan terakhir,” jelas Zulphi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pembelajaran, Dr. Lilis, turut memberikan penguatan pada aspek pembelajaran sebagai salah satu komponen utama dalam penyelenggaraan pendidikan doktoral. Kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, proses pembelajaran, strategi pembelajaran, serta sistem evaluasi menjadi bagian yang perlu dipastikan telah berjalan secara optimal dan terdokumentasi dengan baik.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif. Para dosen Program Studi S3 Doktor Pendidikan terlibat aktif dalam proses evaluasi, diskusi, dan penyempurnaan berbagai aspek yang menjadi bagian dari persiapan akreditasi.
Pelaksanaan simulasi ini menunjukkan keseriusan Universitas Siliwangi dalam membangun budaya mutu dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Dukungan pimpinan universitas, LPMPP, Pascasarjana, pusat-pusat pendukung, serta seluruh dosen Program Studi S3 Doktor Pendidikan menjadi modal penting untuk memastikan kesiapan program studi.
Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi seluruh sivitas akademika, Asesmen Lapangan Program Studi S3 Doktor Pendidikan pada 9–10 Oktober 2026 diharapkan dapat berjalan lancar sekaligus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kualitas, tata kelola, dan daya saing akademik Universitas Siliwangi di tingkat nasional maupun internasional.(Priyono)
Simulasi menjadi momentum strategis bagi Program Studi S3 Doktor Pendidikan untuk melakukan evaluasi akhir terhadap berbagai komponen yang akan menjadi perhatian dalam proses akreditasi. Selain memastikan kelengkapan dokumen, kegiatan juga diarahkan untuk melihat kesesuaian antara data, dokumen, implementasi akademik, tata kelola, serta capaian program studi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Siliwangi, Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd., M.Kes., Direktur Pascasarjana Universitas Siliwangi, Dr. Jajang Badruzaman, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Yusup Supriyono, M.Pd., Wakil Direktur II Bidang Keuangan dan Umum Dr. Iman Hilman, M.Pd., serta para dosen Program Studi S3 Doktor Pendidikan.
Turut hadir Kepala Pusat Akreditasi Nasional dan Internasional, Zulphi Miftahudin, M.Pd., dan Kepala Pusat Pembelajaran, Dr. Lilis, yang memberikan penguatan terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan kesiapan akreditasi dan penyelenggaraan pembelajaran.
Dalam simulasi tersebut, berbagai komponen ditinjau dan didiskusikan bersama, mulai dari tata kelola dan manajemen program studi, sumber daya manusia, kurikulum dan pembelajaran, mahasiswa dan lulusan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga luaran dan capaian tridarma perguruan tinggi. Konsistensi data dan bukti pendukung juga menjadi bagian penting yang diperiksa untuk memastikan kesiapan program studi.
Kepala LPMPP Universitas Siliwangi, Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd., M.Kes., menyampaikan bahwa simulasi merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan program studi secara menyeluruh.
“Simulasi ini menjadi momentum penting untuk melihat kesiapan program studi secara komprehensif. Kita tidak hanya memastikan kelengkapan dokumen, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses akademik dan tata kelola benar-benar berjalan dan memiliki bukti yang kuat. Budaya mutu harus menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan sehari-hari, bukan hanya ketika menghadapi akreditasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana Universitas Siliwangi, Dr. Jajang Badruzaman, menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur Pascasarjana dalam mempersiapkan Program Studi S3 Doktor Pendidikan menghadapi proses akreditasi.
“Kegiatan simulasi ini menjadi bagian penting dari upaya kita untuk memastikan bahwa Program Studi S3 Doktor Pendidikan memiliki kesiapan yang optimal. Yang kita persiapkan bukan hanya dokumen, tetapi juga substansi akademik, tata kelola, sumber daya manusia, serta capaian tridarma perguruan tinggi. Sinergi antara pimpinan, program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan unit pendukung menjadi kunci keberhasilan,” tutur Dr. Jajang.
Ia menambahkan bahwa proses akreditasi harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan pengembangan program studi secara berkelanjutan. Menurutnya, Program Studi S3 Doktor Pendidikan memiliki posisi strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas akademik dan profesional untuk berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia.
“Kami berharap proses ini tidak berhenti pada pencapaian hasil akreditasi, tetapi menjadi awal untuk terus meningkatkan kualitas Program Studi S3 Doktor Pendidikan. Pascasarjana UNSIL harus mampu menghadirkan pendidikan doktor yang unggul, relevan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta penyelesaian berbagai persoalan pendidikan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Pusat Akreditasi Nasional dan Internasional, Zulphi Miftahudin, M.Pd. Menurutnya, simulasi menjadi ruang penting untuk mengidentifikasi kekuatan sekaligus menemukan aspek yang masih perlu disempurnakan.
“Simulasi ini penting untuk memastikan kesiapan program studi secara komprehensif. Kita tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi juga melihat konsistensi antara data, dokumen, implementasi, dan capaian program studi. Hasil simulasi ini menjadi bahan penting untuk melakukan penyempurnaan terakhir,” jelas Zulphi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pembelajaran, Dr. Lilis, turut memberikan penguatan pada aspek pembelajaran sebagai salah satu komponen utama dalam penyelenggaraan pendidikan doktoral. Kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, proses pembelajaran, strategi pembelajaran, serta sistem evaluasi menjadi bagian yang perlu dipastikan telah berjalan secara optimal dan terdokumentasi dengan baik.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif. Para dosen Program Studi S3 Doktor Pendidikan terlibat aktif dalam proses evaluasi, diskusi, dan penyempurnaan berbagai aspek yang menjadi bagian dari persiapan akreditasi.
Pelaksanaan simulasi ini menunjukkan keseriusan Universitas Siliwangi dalam membangun budaya mutu dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Dukungan pimpinan universitas, LPMPP, Pascasarjana, pusat-pusat pendukung, serta seluruh dosen Program Studi S3 Doktor Pendidikan menjadi modal penting untuk memastikan kesiapan program studi.
Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi seluruh sivitas akademika, Asesmen Lapangan Program Studi S3 Doktor Pendidikan pada 9–10 Oktober 2026 diharapkan dapat berjalan lancar sekaligus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kualitas, tata kelola, dan daya saing akademik Universitas Siliwangi di tingkat nasional maupun internasional.(Priyono)
Berita Lainnya