Berita Terbaru

Konsisten di Dunia Literasi, Eti Nurhayati Kembali Raih Parasamya Suratma Nugrah

S
Sekretariat Pascasarjana
•
27 October 2025
•
2 Menit Baca
Konsisten di Dunia Literasi, Eti Nurhayati Kembali Raih Parasamya Suratma Nugrah
BANDUNG – Dedikasi Eti Nurhayati, S.S., M.Pd., dalam bidang pendidikan dan literasi kembali mendapat penghargaan. Pendidik dan pegiat literasi asal Kabupaten Tasikmalaya tersebut berhasil meraih Parasamya Suratma Nugraha dalam ajang Parasamya Anugerah Aksara Indonesia VI yang digelar oleh Komunitas Pengajar dan Penulis Jawa Barat (KPPJB) di Hotel Travello Kota Bandung, Minggu (26/10/2025).

Penghargaan ini menambah panjang rekam jejak Eti dalam ajang Parasamya Anugerah Aksara Indonesia. Selama beberapa tahun, ia terus menunjukkan konsistensi dalam mengikuti sekaligus memperoleh apresiasi pada ajang yang menjadi wadah penghargaan bagi para pengajar, penulis, dan pegiat literasi di Jawa Barat.
Pada tahun 2020, Eti tercatat mengikuti dua kategori penghargaan, yakni Parasamya Susastra Nugraha dan Parasamya Suratma Nugraha. Perjalanan tersebut kemudian terus berlanjut hingga penyelenggaraan Parasamya Anugerah Aksara Indonesia VI. Bagi Eti, rangkaian Parasamya dari edisi pertama hingga keenam menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya dalam berkarya dan berkontribusi di bidang literasi.
Ia memandang penghargaan yang diterimanya bukan semata-mata sebagai capaian pribadi, melainkan sebagai bagian dari proses panjang yang merefleksikan ketekunan, karya, dan dedikasinya dalam dunia pendidikan dan literasi.
“Alhamdulillah, aku bahagia dan bangga dengan semua pencapaian hingga hari ini. Ku syukuri semuanya. Parasamya 1 sampai 6 telah mengukir cerita dalam langkah-langkahku,” ujar Eti seusai menerima penghargaan.
Menurut Eti, setiap apresiasi yang diterima menjadi energi positif untuk terus menghasilkan karya dan memberikan manfaat yang lebih luas. Baginya, kiprah dalam bidang pendidikan dan literasi membutuhkan ketekunan, kemauan untuk terus belajar, serta konsistensi dalam menghasilkan karya.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi pendidik dari daerah memiliki ruang yang luas untuk turut memperkuat budaya literasi. Kiprah Eti diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik, penulis, dan pegiat literasi untuk terus mengembangkan potensi serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Parasamya Anugerah Aksara Indonesia VI menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap para pengajar dan penulis yang memiliki perhatian serta dedikasi terhadap pengembangan aksara, sastra, pendidikan, dan budaya literasi di Jawa Barat.
Yang semakin membanggakan, di tengah aktivitasnya sebagai pendidik dan pegiat literasi, Eti saat ini juga tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Pendidikan Pascasarjana Universitas Siliwangi (UNSIL). Perjalanan akademik tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam dunia pendidikan.
Raihan Parasamya Suratma Nugraha pada tahun ini pun menambah warna dalam perjalanan Eti Nurhayati. Dari Parasamya I hingga Parasamya VI, deretan pengalaman tersebut tidak hanya menjadi catatan penghargaan, tetapi juga merepresentasikan perjalanan seorang pendidik yang terus berkarya, belajar, dan berupaya menghidupkan budaya literasi.
Bagikan artikel ini jika bermanfaat!