Berita Terbaru

LPMPP UNSIL Dampingi Penyusunan Kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Manajemen

S
Sekretariat Pascasarjana
•
06 October 2026
•
4 Menit Baca
LPMPP UNSIL Dampingi Penyusunan Kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Manajemen
TASIKMALAYA – Upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Program Pascasarjana Universitas Siliwangi (UNSIL) terus dilakukan melalui penguatan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pendampingan Penyusunan Kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Manajemen yang dilaksanakan di Universitas Siliwangi, Selasa, 6 Oktober 2026

Kegiatan pendampingan ini diikuti oleh Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Dr. Ati Rosliyati, S.E., M.M., Ak., CA., bersama para dosen Program Studi Doktor Ilmu Manajemen. Dalam kegiatan tersebut, tim program studi mendapatkan arahan dan pendampingan dari Ryan Ardiansyah, M.Pd., Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kurikulum pada Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Siliwangi.
Program Studi Doktor Ilmu Manajemen merupakan salah satu program doktor yang dikelola Program Pascasarjana UNSIL. Berdasarkan struktur organisasi Pascasarjana UNSIL, Dr. Ati Rosliyati, S.E., M.M., Ak., CA. dipercaya sebagai Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Manajemen.
Dalam pendampingan tersebut, Ryan Ardiansyah menekankan bahwa pengembangan dan penyempurnaan kurikulum merupakan bagian penting dari upaya universitas dalam memberikan layanan akademik yang berkualitas kepada program studi. Menurutnya, LPMPP memiliki tanggung jawab untuk membantu program studi agar mampu mengembangkan kurikulum yang tidak hanya sesuai dengan ketentuan akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dan tuntutan perkembangan zaman.
“Sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu dan meningkatkan layanan kepada program studi, khususnya dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. Kami ingin memastikan setiap program studi memiliki kurikulum yang adaptif, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan serta tuntutan masyarakat,” ujar Ryan dalam kegiatan tersebut.
Pendampingan juga diarahkan pada penyelarasan berbagai komponen kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), bahan kajian, struktur mata kuliah, hingga keterkaitan antara capaian pembelajaran dan proses pembelajaran. Pengembangan kurikulum tersebut menjadi semakin penting bagi program doktor karena karakteristik pendidikan doktor menuntut kedalaman keilmuan, kemampuan menghasilkan kontribusi akademik, serta relevansi dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat.
LPMPP UNSIL sendiri telah memiliki Pedoman Penyusunan dan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi bagi Program Studi di lingkungan Universitas Siliwangi yang disusun oleh Pusat Pengembangan Pembelajaran LPMPP. Pedoman tersebut menjadi salah satu rujukan dalam membantu program studi mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum secara berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Ati Rosliyati, S.E., M.M., Ak., CA., menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan LPMPP. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat penting bagi Program Studi Doktor Ilmu Manajemen dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum.
“Kami bersyukur dan berterima kasih karena Program Studi Doktor Ilmu Manajemen mendapatkan pendampingan dari LPMPP. Bagi kami, kualitas output lulusan sangat dipengaruhi oleh kualitas kurikulum yang dimiliki program studi. Karena itu, kurikulum harus terus dikembangkan agar mampu memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan keilmuan,” ungkap Ati.
Ia menambahkan bahwa penyusunan kurikulum bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif program studi, tetapi merupakan bagian fundamental dari proses penjaminan mutu pendidikan. Kurikulum yang dirancang secara baik diharapkan dapat menjadi landasan dalam menghasilkan lulusan doktor yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan riset, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu manajemen.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Pascasarjana UNSIL, Dr. Yusup Supriyono, M.Pd. Ia menilai pendampingan penyusunan kurikulum merupakan langkah strategis dalam membangun kualitas pembelajaran di lingkungan Pascasarjana UNSIL.
“Kegiatan ini merupakan langkah serius Program Pascasarjana UNSIL untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kurikulum yang berkualitas. Kami mengucapkan terima kasih kepada LPMPP yang telah memberikan pendampingan kepada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen,” ujar Yusup.
Menurutnya, kualitas kurikulum memiliki hubungan erat dengan kualitas proses pembelajaran dan kompetensi lulusan. Oleh karena itu, penyusunan serta evaluasi kurikulum perlu dilakukan secara sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang kurikulum dan pengembangan pembelajaran.
Kegiatan pendampingan tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara Program Pascasarjana dan LPMPP UNSIL dalam memperkuat budaya mutu akademik. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen mampu memiliki kurikulum yang semakin relevan, adaptif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Program Pascasarjana UNSIL untuk terus mengembangkan penyelenggaraan pendidikan yang unggul, berwawasan kebangsaan, dan berkarakter wirausaha menuju tahun 2030.
Dengan demikian, pendampingan penyusunan kurikulum tidak hanya menjadi kegiatan teknis akademik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan Pascasarjana UNSIL secara berkelanjutan (PRI)
Bagikan artikel ini jika bermanfaat!